Announcement Date : Apr 19 , 2015

Pada tahun ini, awan hitam kembali sempat menaungi Ungu. Hal ini sempat dipicu oleh berita miring yang sempat menimpa salah satu personelnya dan sempat mengganggu harmoni di dalam tubuh Ungu. Menanggapi masalah yang menghadapinya, Ungu tetap teguh berjalan dan merilis album ke delapannya yaitu PENGUASA HATI. Album yang berisi lagu hits seperti DILEMA CINTA, LUKA DISINI, dan HAMPA HATIKU menampilkan pendewasaan musik Ungu yang mencoba bereksperimen dengan menggabungkan aliran musik pop,hip hop dan dangdut. Khusus untuk lagu Hampa Hatiku, saat itu lagu ini sebenarnya tidak disetujui untuk dijadi single pertama. Nuansa dangdut yang kental dalam lagu ini dianggap dapat berpotensi menurunkan image Ungu karena saat itu Ungu identik dengan lagu pop anak-anak muda. Namun ternyata kekhawatiran tersebut tidak terbukti karena lagu ini mendapat sambutan yang sangat luar biasa, terutama di tiap acara off-air Ungu.   Album religi keempat Ungu yang berjudul MAHA BESAR, juga dirilis pada tahun ini. Menampilkan lagu DIA MAHA SEMPURNA sebagai single andalan, lagu yang bertemakan religi ini kembali dikemas dengan apik oleh Ungu, dengan permainan gitar agresif Oncy dan Enda dengan distorsi yang kental, dan hentakan drum serta irama bass yang kuat.   Ungu juga merilis single untuk album OST Sang Pemimpi, yaitu CINTA GILA, yang menampilkan Ungu memainkan lagu Melayu ciptaan sang penulis buku Sang Pemimpi, Andrea Hirata. Meski lagu Melayu bukan merupakan zona nyaman bagi Ungu, namun Ungu berhasil memainkan lagu tersebut dengan gayanya sendiri dan menyuntikkan nafas Ungu ke dalam lagu tersebut. Tahun ini ditutup dengan keberhasilan Ungu menyabet dua penghargaan SCTV Music Awards, menyabet Penghargaan Vokalis Terbaik dan Bassist Terbaik untuk Pasha dan Makki.